Qatar Ajang Piala Dunia Terakhir Bagi Lionel Messi

photo author
Bastian Korompot, Sulut Zone
- Minggu, 13 November 2022 | 01:21 WIB
Lionel Messi (Wikipedia)
Lionel Messi (Wikipedia)

Sulutzone - Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, akan menjadi ajang terakhir bagi Lionel Messi.

Kapten tim nasional Argentina Lionel Messi akan bermain di pesta sepak bola terbesar di dunia itu untuk terakhir kalinya.

Bintang Paris Saint-Germain (PSG) berusia 35 tahun tersebut akan merumput di Piala Dunia kelimanya yang akan dimulai pada 20 November mendatang.

Baca Juga: Argentina Difavoritkan Javier Roca Menjuarai Piala Dunia Qatar 2022

"Ada beberapa kecemasan dan kegelisahan pada saat yang sama. Ini akan menjadi yang terakhir," kata Messi kepada layanan streaming Amerika Latin, Star Plus, dilansir dari ANTARA.

Argentina menjadi salah satu favorit juara untuk mengangkat trofi sepak bola internasional paling didambakan tersebut pada 18 Desember mendatang.

Hal itu setelah Tim Tango Argentina, melakoni 32 laga tanpa tersentuh kekalahan.

Baca Juga: Ini Dia Rilis Squad Timnas Argentina Pada Piala Dunia 2022 Qatar

Rentetan kemenangan Argentina itu dimulai pada Juli 2019 dan termasuk kemenangan di ajang Copa America tahun lalu, gelar besar pertama Albiceleste, julukan tim nasional Argentina, sejak 1993.

Meski tampil impresif, Messi menegaskan torehan positif Argentina di laga-laga sebelumnya tidak akan berarti apa-apa di panggung terbesar sepak bola.

"Di Piala Dunia, apa pun bisa terjadi," ucap Messi, yang memegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina dengan 90 gol dalam 164 laga.

Baca Juga: Donna Donna (OST. Soe Hok Gie) Lirik Lagu dan Terjemahan

"Semua pertandingan sangat sulit. Tim favorit tidak selalu menjadi pemenang. Saya tidak tahu apakah kami favorit, tetapi Argentina selalu menjadi kandidat karena sejarah kami. Sekarang bahkan semakin difavoritkan karena performa gemilang kami, tetapi kami bukan favorit. Saya pikir ada tim lain yang lebih baik dari kami."

Messi menuturkan dirinya tidak tertekan dengan statusnya sebagai pemimpin dan panutan dalam skuad Argentina saat ini.

Dia menggambarkan gelar Copa America tahun lalu sebagai "dendam yang terbalaskan" usai kekalahan Albiceleste dari Jerman di final Piala Dunia 2014 dan kekalahan beruntun dari Chile di final Copa America 2015 dan 2016

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Bastian Korompot

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X