SULUTZONE - Pada bagian 1 cerita rakyat Lampung berjudul Sang Kabelah, menceritakan tentang Kabelah yang mengurung diri di kamar setelah pulang bermain.
Kira-kira, kenapa Kabelah mengurung diri dalam kamar ? apa sebenarnya yang terjadi ?
Mandi dulu, makan dulu, pakai baju yang hangat, karena di luar cuaca dingin, mari membaca :
Baca Juga: Berikut Beberapa Wilayah di Indonesia Tempat Gerhana Bulan Melintas, Cek Wilayahmu di Sini !
"Teman-teman selalu mengejek aku, Bu. Kata mereka aku tak punya tangan sebelah, makanya selalu kalah main tangkap bola. Aku sangat sedih, tak mau lagi bermain !" kata Kabelah sambil menangis.
"Sabar, ikhlas, Nak ini titipan dan pemberian Tuhan, sudah menjadi kehendak Tuhan. Ketika mereka mencela, sesungguhnya mereka sedang mencela diri mereka sendiri dan mencela Tuhan. Meski kondisi tubuhmu seperti ini, tetapi kamu cerdas, anak baik, dan jarang sakit. Bukan sempurna yang dilihat Tuhan, tetapi tubuh kita digunakan untuk kebaikan, " kata ibu sambil memeluk Kabelah yang masih menangis.
Kedua orang tua Kabelah terus menghibur anak lelakinya. Namun, Kabelah terus mengurung diri di dalam rumah sampai ia dewasa.
Ketika ia dewasa, Kabelah memutuskan ke luar rumah untuk melakukan perjalanan. Ia ingin mencari Tuhan. Ingin bertanya kepada Tuhan, mengapa diberi tubuh yang kurang lengkap? mengapa teman-temannya memiliki tubuh yang sempurna sementara ia tidak? apa bisa tubuhnya menjadi lengkap seperti teman-temannya?
Kabelah berpikir, jika tangannya hanya sebelah, berarti bagian sebelahnya pun pasti ada. Kabelah sangat optimis. Dengan bekal rida orang tua dan kemauan Kabelah yang begitu besar, ia melakukan perjalanan mencari Tuhan dan jawaban.
Dalam perjalanan, Kabelah bertemu.... (***)
Sumber : Martika Sandra, Buku Antologi Cerita Rakyat Nusantara