gayahidup

Bukan Sekadar Lelah Biasa, Bisa Jadi Sel Kekurangan Mineral Penting

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:42 WIB
Ilustrasi Sel dan Mineral (Marlon/AI/Sulutzone)

Sulutzonecom -- Rasa lelah berkepanjangan sering dianggap sepele. Padahal, para pakar kesehatan menilai kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur atau aktivitas berlebih, melainkan bisa berkaitan dengan gangguan produksi energi di tingkat sel.

Energi seluler merupakan fondasi utama bagi seluruh fungsi tubuh. Tanpa energi yang cukup, sel tidak mampu menjalankan proses metabolisme secara optimal, meskipun asupan makanan terlihat sudah mencukupi.

Energi Sel Tidak Hanya Bergantung pada Kalori
Selama ini, energi kerap disederhanakan sebagai hasil dari makanan berkalori tinggi. Namun dalam ilmu nutrisi modern, energi sel bergantung pada reaksi biokimia kompleks yang memerlukan dukungan mineral dan trace element.

Tanpa mineral tertentu, proses pembentukan energi di dalam sel akan melambat. Akibatnya, tubuh mudah lelah, sulit fokus, dan pemulihan fisik menjadi tidak optimal.

Magnesium: Kunci Produksi Energi Sel

Salah satu mineral terpenting dalam energi sel adalah magnesium. Mineral ini terlibat dalam ratusan reaksi enzim, termasuk proses pembentukan ATP — molekul utama penyimpan energi di dalam sel.

Para ahli menjelaskan bahwa tanpa magnesium yang cukup, sel tidak dapat memanfaatkan energi secara efisien. Kekurangan magnesium kerap dikaitkan dengan keluhan seperti mudah lelah, kram otot, hingga gangguan kualitas tidur.

Zinc dan Perannya dalam Metabolisme Sel

Selain magnesium, zinc memiliki peran penting dalam metabolisme sel dan sistem imun. Zinc terlibat dalam kerja lebih dari 300 enzim yang mengatur pembelahan sel, perbaikan jaringan, serta respons kekebalan tubuh.

Ketidakseimbangan zinc dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan memperlambat proses regenerasi sel, terutama pada kondisi stres tinggi atau pola makan yang kurang seimbang.

Selenium: Pelindung Sel dari Stres Oksidatif

Selenium dikenal sebagai trace element dengan fungsi utama sebagai antioksidan. Mineral ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang muncul selama proses metabolisme energi.

Beberapa publikasi ilmiah menunjukkan bahwa selenium berperan dalam menjaga kesehatan sel, sistem imun, serta keseimbangan hormon, terutama dalam jangka panjang.

Perspektif Nutrisi Sel ala Prof. Willy Wang

Dalam pendekatan nutrisi sel yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Willy Wang dari Total Swiss, mineral dan trace element dipandang sebagai pemantik metabolisme sel, bukan sekadar pelengkap nutrisi.

Halaman:

Tags

Terkini

Wamenkes Dante Sidak RS di Bandung

Jumat, 5 April 2024 | 19:33 WIB

Manfaat Besar Berolahraga Bagi Tubuh Kita

Senin, 25 Maret 2024 | 23:06 WIB