8 Maret! Mengenal Sejarah Hari Perempuan Sedunia: Aksi Mogok Kerja Hingga Perjuangan Hak Reproduksi

photo author
Depanan Simangunsong, Sulut Zone
- Rabu, 8 Maret 2023 | 08:33 WIB
Sejarah 8 Maret yang diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional  (Tangkapan layar Google Doodle)
Sejarah 8 Maret yang diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional (Tangkapan layar Google Doodle)

SULUTZONE.COM - Hari Perempuan Sedunia atau International Women's Day diperingati setiap tanggal 8 Maret setiap tahunnya sebagai hari untuk merayakan prestasi, kemajuan, dan kontribusi perempuan di seluruh dunia.

Hari ini juga menjadi ajang untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan mempromosikan hak-hak perempuan.

Sejarah Hari Perempuan Sedunia dimulai pada awal abad ke-20. Pada tahun 1908, lebih dari 15.000 perempuan melakukan aksi mogok kerja di New York City untuk menuntut hak-hak mereka dalam hal kerja, suara, dan kesetaraan.

Aksi ini terjadi pada tanggal 8 Maret dan dianggap sebagai permulaan Hari Perempuan Sedunia.

Baca Juga: Kiamat Dalam Pandangan 4 Agama dan Ilmiah! Akankah Kita Bertahan? Simak Penjelasan Lengkapnya

Kemudian pada tahun 1910, konferensi internasional perempuan di Kopenhagen, Denmark, merekomendasikan untuk menjadikan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Sedunia.

Pada tahun 1911, hari tersebut secara resmi diperingati di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss.

Sejak saat itu, Hari Perempuan Sedunia menjadi momentum bagi perempuan di seluruh dunia untuk memperjuangkan hak-hak mereka.


Tanggal 8 Maret sering dijadikan hari aksi protes, demonstrasi, dan kampanye untuk menuntut kesetaraan gender, hak reproduksi, perlindungan dari kekerasan, dan hak-hak perempuan lainnya.

 Baca Juga: Lulusan D3 Keperawatan? Di PT Medika Loka Purwokerto Buka Lowongan Kerja, Begini Kualifikasinya

Tema Hari Perempuan Sedunia berbeda-beda setiap tahunnya, dengan fokus pada isu-isu yang dianggap penting dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di seluruh dunia.

Beberapa tema yang pernah diusung antara lain hak-hak pekerja perempuan, kesetaraan gender di dunia digital, dan perlindungan dari kekerasan seksual.

Hari Perempuan Sedunia bukan hanya tentang perempuan, tetapi juga tentang masyarakat secara keseluruhan.

Kesetaraan gender bukan hanya penting bagi perempuan, tetapi juga penting bagi kemajuan dan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Depanan Simangunsong

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Wamenkes Dante Sidak RS di Bandung

Jumat, 5 April 2024 | 19:33 WIB

Manfaat Besar Berolahraga Bagi Tubuh Kita

Senin, 25 Maret 2024 | 23:06 WIB
X